|
Panti Asuhan
Bukan masud diri ku hadir disitu.
Tertulis panti asuhan depan rumah ku.
Banyak saudara ku ada disitu.
Semuanya berwajah sayu dan sendu.
Mereka rindu kasih mu ayah dan ibu.
oh...ohh..ayah dan ibu.
Segelincirnya wahyu didunia.
Ciptaan Tuhan yg Maha Kuasa.
Mengapa harus menanggung derita jiwa.
Kasihani kami semua.
Ku pohon budi mu tuan para budiman.
Kami pun ingin bahagia berikan kesempatan.
Untuk menikmati kasih dan sayang.
Rahmat Tuhan kepada umat manusia.
Mataharikan tersenyum untuk dunia.
oh..ohh..untuk dunia.
SAJADAH PANJANG
ada sajadah panjang terbentang dari kain yang .... sampai ke tepi kuburan hamba kuburan hamba bila mati
ada sajadah panjang terbentang hamba tunduk dan sujud diatas sajadah yang panjang ini diselingi sekedar interupsi
mencari rezeki mencari ilmu mengukur jalanan seharian begitu terdengar suara adzan kembali tersungkur hamba
ada sajadah panjang terbentang hamba tunduk dan rukuk hamba sujud dan lepas kering hamba mengingat Dikau sepenuhnya
 Nurani Ku
Jauh ku berjalan menempuh kegelapan.
Dalam meyempuri hidup ditengah-tengah penderitaan.
Selalu ku temui kegagalan.
Banyak ku berkorban didalam percintaan.
Batas lalu ku tempuhi dengan menghayati erti cinta.
Hati ku yang lemah tak bertahan.
Ingin ku membenci berat rasa dihati.
Ingin aku melupakan membersihkan semua kenangan.
Hati ku yang lemah tak berdaya.
Cinta mu mungkinkah bukan untuk ku lagi.
Kasih mu semakin jauh dari hidup ku.
Siang ku menanti malam pun ku bermimpi.
Menghayal lalu menangis lagi.
Ku peluk batal ku, mlepas dendam rindu.
Ku peluk ku cium mesra bagaikan hilang akal nurani ku.
Kau telah menghancurkan hati ku.
 RINDU KAMI PADAMU
rindu kami padamu ya rasul rindu tiada terpera berabad jarak darimu ya rasul serasa dikau di sini
cinta ikhlasmu pada manusia bagai cahaya suarga dapatkah kami membalas cintamu secara bersahaja
rindu kami padamu ya rasul rindu tiada terpera berabad jarak darimu ya rasul serasa dikau di sini
cinta ikhlasmu pada manusia bagai cahaya suarga dapatkah kami membalas cintamu secara bersahaja
rindu kami padamu ya rasul rindu tiada terpera berabad jarak darimu ya rasul serasa dikau di sini
PELABUHAN HATI
Layar perahu kubentangkan Ke samudra cinta Gelombang badai menerpaku Akan kudus cintaku
Pelabuhan hati Daku rindu Kini kupautkan hatimu Di pintu hatiku
SENDIRI LAGI
Sendiri Kini aku sendiri lagi Entah susah entah hati pedih Tak peduli
Sendiri Mungkin lebih baik begini Tak perduli apa yang terjadi
Biarkan Dimanapun aku berada Jangan datang atau titip salam Tanda cinta
Kututup Mata dan hati untuk cinta Karena antara engkau dan aku T'lah terlarang ada cinta ...
Masih terbayang dalam ingatanku Waktu kau mengambil putusanmu Kau pergi dengan wajah penuh duka Kau bisikkan kau tetap menyinta
Sendiri Berteman sedih dan air mata Bercumbu dengan duka nestapa Dan merana
Mengapa Harus terlambat kita berjumpa Demikian pernah kau ucapkan Dengan derai air mata ...
Dulu segalanya indah bercahaya Kini hambar sudah tiada makna Dulu pernah dengan tawa canda ria Kini hilang menusuk dan sendu Lara ... oh,... sendiri
 LAGU UNTUK SEBUAH NAMA
mengapa jiwaku mesti bergetar sedang musikpun manis kudengar mungkin karena kulihat lagi lentik bulu matamu bibirmu dan rambutmu yang kau biarkan jatuh berderai di keningmu makin mengajakku terpana kau goreskan gita cinta
mengapa aku mesti duduk disini sedang kau tepat didepanku mestinya kau berdiri berjalan kedepanmu kusapa dan kunikmati wajahmu atau kuisyaratkan cinta tapi semua tak kulakukan kata orang cinta mesti berkorban
mengapa dadaku mesti bergoncang bila kusebutkan namamu sedang kau diciptakan bukanlah untukku itu pasti tapi aku tak mau perduli sebab cinta bukan mesti bersatu biar kucumbui bayanganmu dan kusandarkan harapanku jatuh berderai dikeningmu
 PAGI YANG INDAH
pagi yang indah sekali membawa hati bernyanyi walau gadisku telah pergi dan tak kan mungkin kembali
kini ku seorang diri berteman burung kenari menari menghibur hati bernyanyi setiap pagi
burung kenari pujaan hati selalu bernyanyi setiap pagi hmm, ya ... kau burung kenari
kenapa pagi kau bersedih waktu ditinggal kekasih namun kau selalu bersedih setiap pagi bernyanyi
pagi yang indah sekali hmm, ya ... pagi yang indah sekali hmm, ya ... pagi yang indah sekali hmm, ya ...
 MATAHARI TELAH PERGI
mencoba berdiri tegak di atas tanah yang retak mencoba berjalan lurus di atas tanah yang licin
terlalu lama hilang arah terlalu lama tak berdaya terlalu lama terpenjara
melihat diri di kaca matamu kosong dan hampa wajahku terasa asing hidupku terasa kering
aku dilingkari api sia sia menghindari aku terbakar, aku teriak dianggap gila aku mengaku dianggap dusta
oh, aku letih, sudah terlalu letih aku pergi
matahari telah pergi di saat aku sedang menyanyi hari hari telah pergi membawaku ke yang abadi
selamat jalan ...
kubakar diriku untukmu kuserahkan diriku untukmu kuberikan semua yang kumiliki terbakar aku terbakar
selamat jalan ...
 DEWI RINDU
mungkinkah kasihmu selalu bersemi di sepanjang waktu bila kudengar kata hatiku kasih mesraku kepadamu
maukah dikau menemani walau hanya di dalam hati bila kupergi untuk mencari bunga abadi bunga dewi
waktu malam sunyi waktu kusendiri dewi rindu hanyalah padamu
mungkinkah dikau tlah mengerti aku akan selalu berjanji bila kau pergi aku menanti bila kau lari kusendiri
DOA SUCIKU
setahun telah berlalu kau putuskan cintamu pada hari itu ku tak tahu ... apa dosaku ...
semua bagaikan mimpi kisah cintaku t'lah berakhir sedih ku tak mau ... terulang lagi ...
di tengah malam hari kuteringat akan dikau yang t'lah pergi hanya doa suciku kuberikan kepadamu oh kasihku
gembira tiada lagi tinggallah kusendiri di malam yang sunyi ku berdoa ... untukmu kasih
hanya doa suciku ... untukmu kasih ... untukmu kasih ...
 MATAHARI
musim berlalu masa berganti matahari pagi bersinar gelisah kini semua bukan milikmu musim itu telah berlalu matahari segera berganti
terimalah hatiku perawan yang layu makin gelisah aku menanti matahari dalam linang kabut pagi sampai kapankah aku harus menanti
awan yang hitam tenggelam dalam dekapan daun yang layu berguguran di pangkuan badai, badai pasti berlalu resah aku menunggu badai, badai pasti berlalu resah aku menunggu
terimalah hatiku perawan yang layu makin gelisah aku menanti matahari dalam linang kabut pagi sampai kapankah aku harus menanti
musim berlalu masa berganti matahari pagi bersinar gelisah kini semua bukan milikmu musim itu telah berlalu matahari segera berganti
badai pasti berlalu badai pasti berlalu badai pasti berlalu badai pasti berlalu
 HITAM KELAM
menjelang malam tiba di dalam keredupan senja terdengar tangisan nan duka menghiba resah dan hancur luluh hatinya
adakah tentang cinta terwujud tanpa air mata mungkin tak terjangkau oleh ratapannya andai dunia bagai dalam surga
di lembah bukit terhina ia hidup ditelan masa hitam kelam dunia semakin kelam pernahkah pelacur itu melabuhkan cinta
terulang pandangannya terlihat terangnya gemilang bagai seribu tahun yang kini hilang di saat kekasihnya t'lah datang
terlampau dikatakan teramat pilu dibayangkan kisah setangkai bunga di tepi jalan sungguh sesal masa yang telah silam
JANJI BAHAGIA
Di puncak bukit Telah saling janji Telah terjadi Janji sehidup semati
Bunga harapan Yang telah mekar semalam Tersenyum riang Ramah mengulurkan tangan Bahagia ...
Dengarlah dengar Aku bernyanyi Kasih bersemi Gemuruh badai di hati
Di puncak bukit Telah disalingkan janji Telah terjadi Janji sehidup semati Bahagia ...
ANTARA AKU, KAU DAN BEKAS KEKASIHMU
Tabir gelap yang dulu hinggap Lambat laun mulai terungkap Labil tawamu tak pasti tangismu Jelas membuat aku sangat ingin mencari
Apa yang tersembunyi Di balik manis senyummu Apa yang tersembunyi Di balik bening matamu
Dapat kutemui mengapa engkau tak pasti Lalu aku coba untuk mengerti Saat engkau tiba di simpang jalan Lalu engkau bimbang untuk tentukan Arah mana tempat tujuan
Jalan gelap yang kau pilih Penuh lubang dan mendaki Jalan gelap yang kau pilih Penuh lubang dan mendaki
 BADAI PASTI BERLALU
awan hitam di hati yang sedang gelisah daun-daun berguguran satu satu jatuh ke pangkuan kutenggelam sudah ke dalam dekapan semusim yang lalu sebelum ku mencapai langkahku yang jauh
kini semua bukan milikku musim itu telah berlalu matahari segera berganti
gelisah kumenanti tetes embun pagi tak kuasa ku memandang dikau matahari
kini semua bukan milikku musim itu telah berlalu matahari segera berganti
badai pasti berlalu badai pasti berlalu badai pasti berlalu badai pasti berlalu
 MELATI PUTIH
putih indah berseri mekar harum mewangi melati suntingan hati ... hm ... hm ... hm ...
kau lambang kesucian cinta yang abadi yang selalu dirindukan
bila tiba saatnya kumbang datang padamu menghisap sari madumu ... hm ... hm ...hm ...
kau akan jatuh layu setelah dia pergi meninggalkan dirimu
apa daya masa remajamu telah hilang terbawa angin senja
tiada lagi arti warna putih bagimu oh melati, oh melati ... hm ... hm ... hm ...
kau akan jatuh layu setelah dia pergi meninggalkan dirimu
oh melati, oh melati oh melati, oh melati
 KEDAMAIAN-KEDAMAIAN
berserak di mega putih anganku menerawang di leher merpati putih harapan kutitipkan
berdebar rasa hatiku bergetar rasa naduku tersentuh rasa rinduku padamu kedamaian
tercecer berkas puisi terlampir tak bertanggal tergugah iman hati ini selubung fatamorgana
menangis di dalam hati tersenyum di tengah sepi biarkan aku cinta engkau biarkan dan biarkan
terpandang mata telanjang merah hitam silang menyilang lembayung di awal senja mengabur di benakku
memohon di hati ini bersujud di hari nanti biarkan aku cinta engkau biarkan dan biarkan biarkan dan biarkan
 BIAS SINAR
ku duduk sendiri kuterpaku digelapnya malam ku tatap ke depan semakin gelap celah kehidupan
begitu banyak rintangan yang menghalangi pandang mataku tiada lagi cahaya yang kan terangi mata hatiku
bias sinar kapankah kau datang kembali lagi bias sinar kan terangi kembali hati ini dari kegelapan
dari dinginnya malam membangkitkan kenangan yang lama seakan terasa belai lembut hangatkan jiwa
namun semuanya tlah musnah laryt bersama dinginnya malam tiada lagi terangmu yang menerangi lubuk hatiku
bias sinar kapankah kau datang kembali lagi bias sinar kan terangi kembali hati ini dari kegelapan
KUTATAP WAJAHMU
Kutatap wajahmu Lagu kunyanyikan Bagai daun Jatuh bertebaran
Kuusap wajahmu Kubisikkan kata Hanyut sudah Di balik awan kelam
Jumpa pertama Awal senja Bayangan indah Cinta ... Bunga mekar indah Merah, merah segar
Bagai daun Jatuh bertebaran
CINTA
Ke gurun engkau ikut Ke kutub engkau turut Bersama sehidup semati Demikian kau ucapkan janji Menangis kita berdua Tertawa bersama
Tapi kini kau ingkari Segalanya kau tak peduli lagi Dan yang lebih menyakitkan kalbu Kau bercumbu di depanku
Oh, Tuhan tunjukkanlah dosa dan salahku Mudahnya dia buat janji Semudah dia ingkar janji Alangkah kejamnya cinta Oh, alangkah pedihnya
Kejam oh kejam Pedih oh pedih Cinta oh cinta
CINTAMU TELAH BERLALU
kunyalakan api di dalam tungku dingin sekali malam itu namun jauh dingin dalam hidupku sejak cintamu telah berlalu berlalu, berlalu ...
pernahkah engkau mencoba untuk mengerti aku ini orang yang tiada arti kau dengar lolongan anjing di malam hari menunggu kesepian dan hampa di dalam hidupku
waktu hujan turun di malam itu di bawah payung kuberlindung sederas hujannya air mataku sejak kau putuskan kasihmu kasihmu, kasihmu, ...
DALAM CITA DAN CINTA
hasratku dan hasratmu menyalakan api yang abadi da ... lam diriku dan dirimu terpadulah segala daya
dalam cita dalam cinta yang suci terengkuh segalanya keinginan di dunia
layarku dan layarmu melabuhkan bahtera abadi da ... lam dambaku dan dambamu tiada lagi aral melintang
dalam cita dalam cinta yang suci terengkuh segalanya keinginan di dunia di dunia
jangkaulah sejauh kau dapat genggam erat dambaanmu pandanglah jauh dimukamu masa depanmu
masa depanmu ...
DERITA
bila kuingat ku selalu sengsara dalam hidupku yang penuh derita
walau itu suatu masa kan berlalu seperti angin bertiup di sisiku oh, ...
kini semua ku telah mengerti semua di dunia tiada yang abadi

|
| Untuk kelaman seterusnya... |
|